
Kumai, JejakNusantara.net | -Manager Pelindo Cabang Kumai, Rahmadi menyampaikan hasil evaluasi operasional selama arus mudik dan balik Lebaran 2025 di Pelabuhan Panglima Utar. Secara umum, pelaksanaan kegiatan berjalan dengan baik dan lancar, khususnya dari aspek keamanan dan pelayanan penumpang.kamis (15/5/2025).
Aspek Keamanan dan Ketertiban Rahmadi mengungkapkan bahwa kendala sempat terjadi ketika sejumlah calon penumpang kapal Pelni mencoba memasuki pelabuhan sebelum waktunya.
Insiden tersebut menyebabkan gerbang pelabuhan terlepas dari jalurnya, namun tidak menimbulkan kerusakan dan telah dikembalikan ke posisi semula.
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, Pelindo menambah jumlah personel keamanan dari dua menjadi enam orang, yang ditempatkan di tiga titik pintu masuk utama.
Selain itu, posko pengamanan lintas sektoral juga didirikan, melibatkan unsur Pelindo, TNI AL, Polri, Dinas Perhubungan, Basarnas, dan Polairut.
“Ke depan, kami akan memperketat pengamanan di titik-titik rawan, termasuk mengantisipasi penumpang yang berusaha masuk melalui jalur tidak resmi seperti bersembunyi di dalam mobil angkutan barang,” ujarnya.
Penjualan Tiket dan Pelayanan Penumpang Rahmadi menegaskan bahwa Pelindo hanya menyediakan ruang tunggu nyaman ber-AC bagi calon penumpang, tanpa melakukan penjualan tiket.
Sesuai kebijakan yang berlaku, seluruh penjualan tiket kapal dilakukan secara daring, sementara loket di pelabuhan hanya berfungsi untuk pencetakan boarding pass.
Ia juga menanggapi isu pemalsuan gelang boarding yang terjadi di lingkungan internal KSOP. “Kasus tersebut masih ditangani oleh kejaksaan, dan kami pastikan tidak ada kejadian serupa di lingkungan Pelindo,” tegasnya.
Pengaturan Penumpang dan Imbauan Rahmadi menjelaskan bahwa manajemen penumpang telah mengikuti SOP dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (DJPL) dan KSOP. Pada gelombang penumpang pertama, pihak pelabuhan memberikan izin masuk lebih awal untuk menghindari kerusakan fasilitas.
Namun, pada gelombang kedua, ketika akses ditutup, sejumlah calon penumpang tetap memaksa masuk, hingga mengakibatkan kerusakan pada gerbang. Meski demikian, tidak ditemukan penumpang tanpa tiket yang berhasil naik ke kapal.
Sebagai bentuk antisipasi ke depan, Pelindo akan memasang videotron untuk menampilkan informasi jadwal keberangkatan secara real-time. “Dengan adanya videotron, tidak ada lagi alasan untuk memaksa masuk di luar jam yang ditentukan,” tambahnya.
Rahmadi juga mengimbau agar calon penumpang membeli tiket jauh hari sebelum keberangkatan, idealnya dua minggu sebelumnya.
“Pembelian tiket secara daring sebetulnya memudahkan. Dari data kami, lebih dari seribu orang berhasil membeli tiket dan berangkat. Yang mengatakan sulit, pada dasarnya hanya kalah cepat saat pemesanan,” jelasnya.
Kesiapan Fasilitas Menutup evaluasi, Rahmadi menyatakan bahwa Pelindo telah menyiapkan seluruh fasilitas pendukung, termasuk layanan karantina kesehatan yang memadai, demi memastikan kelancaran arus mudik dan balik di Pelabuhan Panglima Utar. (Mr.TS)

