
PATI, JejakNusantara.net || Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Pati memberikan dukungan terhadap pelaksanaan Haul Bupati Juwana I-IXI yang dilaksanakan setiap tahunnya di wilayah Kecamatan Juwana.
Kepala Dinporapar Pati Rekso Suhartono, melalui Kabid Pemasaran Pariwisata Mohamad Roni menerangkan, perayaan haul ini bukan sedekat peringatan biasa. Melainkan sebagai bentuk nguri-nguri budaya serta edukasi kepada masyarakat bahwa dulunya pernah berdiri Kabupaten Juwana yang pusat pemerintahannya berada di Desa Tluwah.
Selain edukasi, kata Roni, haul ini juga memiliki daya tarik wisata budaya lain daripada yang lain. Sehingga dengan adanya dukungan penuh dari Dinporapar, animo masyarakat dan wisatawan untuk menyaksikan kirab bisa meningkat setiap tahunnya.
“Ini merupakan bentuk dari upaya masyarakat Juwana khususnya nguri-nguri budaya pemerintahan yang pernah ada di Pati dulunya. Kita harapkan dapat membentuk jiwa nasionalisme serta menarik wisatawan baik dari Pati maupun luar Pati. Bahwa Pati ini penuh dengan budaya dan wisata religi, hal-hal yang perlu dilestarikan. Kita harapkan bisa berjalan terus-menerus, haul ini bisa disengkuyung oleh semua pihak meskipun dilaksanakan secara sederhana. Ini tidak menyurutkan semangat masyarakat untuk tetap nguri-nguri budaya,” ungkap Roni, Minggu 1 Februari 2026.
Hanya saja pada tahun ini tidak seperti pada tahun-tahun sebelumnya yang digelar secara meriah, haul Bupati Juwana I-IXI tahun 2026 kali ini dilaksanakan secara sederhana di Balai Desa Tluwah, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati pada Minggu pagi 1 Februari 2026.
Prosesi Kirab Sungsungan Kabupaten Juwana dilaksanakan di balai desa Tluwah, yang kemudian diarak sebanyak tiga kali di Alun-alun Juwana Lama. Setelahnya, peserta kirab kemudian menuju ke Astana Jatisari di Desa Growong Lor Juwana untuk upacara penutupan.

Ketua Yayasan Surowikromo Juwana selaku panitia haul, Raden Samudi Hadipuro menjelaskan prosesi kirab dilaksanakan secara sederhana mengingat bencana banjir yang barusaja melanda wilayah Juwana tak terkecuali di Desa Tluwah.Oleh karenanya sebagai bentuk empati terhadap masyarakat, kirab dilaksanakan secara sederhana dengan tetap mengedepankan makna Haul Bupati Juwana I-IXI.
“Kegiatan Haul Bupati Juwana tahun 2026 ini kami laksanakan dengan sederhana sesuai kondisi sekarang ini di Juwana dalam situasi banjir. Tadi setelah penyerahan pusaka dan keris, berkeliling alun-alun lama Juwana sebanyak tiga kali dan kemudian menuju ke Astana Jatisari,” ujar Raden Samudi.
Sebelum pelaksanaan kirab, panitia telah melaksanakan sejumlah kegiatan dalam memepringati Haul Bupati Juwana. Mulai dari nyadaran ke leluhur, tahtimul Qur’an, tahlil dan manaqib, jamasan pusaka, sarasehan sejarah, dan puncaknya adalah kirab hari ini.
Sementara itu Agus Hariyanto, selaku Kades Tluwah yang turut serta dalam kirab menyampaikan rasa terimakasih kepada segenap panitia haul yang sampai saat ini mengenang keberadaan Kabupaten Juwana yang pernah berjaya di masa lalu.
Menurutnya, haul ini sebagai edukasi sejarah kepada generasi muda saat ini untuk menambah ilmu pengetahuan tentang sejarah Kabupaten Pati pada umumnya yang tidak diberikan di bangku pendidikan.
“Jadi haul ini adalah bentuk nguri-nguri budaya dari Yayasan Surowikromo Juwana selaku penggugat sejarah Kabupaten Juwana. Bahwa di masa lalu pernah ada yang namanya Kabupaten Juwana yang pusatnya ada di Desa Tluwah,” ujarnya.
Meskipun tidak dirayakan seperti tahun-tahun sebelumnya karena banjir, Agus tetap berharap kirab atau haul Bupati Juwana pada tahun-tahun berikutnya bisa kembali digelar meriah.
Reporter: (Team)
Editor: (Bang_Bro)

