Tangan Terampil Pria Juwana Ini Hasilkan Mahakarya Patung yang Luar Biasa

Bagikan:

PATI, JejakNusantara.net || Selain terkenal sebagai pengasil ikan skala nasional, wilayah Juwana Kabupaten Pati juga terkenal akan kerajinan seni yang terbuat dari kuningan. Salah satunya datang dari Sutrisna, pengrajin patung dari bahan kuningan asal Desa Growong Lor.

Sutrisno memulai usahanya pada tahun 2005 usai memperoleh pengalaman dari salah satu pengusaha kuningan yang telah meninggal. Ia kemudian melanjutkan usaha tersebut.

Menurut Sutrisna, menekuni usaha pembuatan kuningan dipilih lantaran lingkungannya sangat mendukung. Apalagi industri kuningan sudah ada sejak era kependudukan Belanda, itulah sebab Juwana dikenal sebagai Kota Kuningan.

“Saya memutuskan untuk melanjutkan usaha ini sendiri dan mengembangkan keterampilan yang telah saya pelajari. Awalnya di Juwana itu mulai sejak penjajahan Belanda. Ada kapal-kapal penjajah yang mau masuk ke Jawa tapi kapalnya pada rusak. Masyarakat setempat belajar mengolah logam dari penjajah guna perbaikan kapal Belanda,” ujarnya, Kamis 19 Februari 2026Ia menceritakan kalau masyarakat Juwana belajar cara mengolah logam dari penjajah. Perkembangan industri berangkat dari kebutuhan perbaikan kapal milik Belanda waktu itu.

”Kemudian mereka membutuhkan kuil atau kipas kapal. Dulu ibaratnya seperti bengkel lah untuk mengganti sparepart atau yang lainnya. Nah, dari situlah mulai dikenalkan oleh orang Belanda cara pengecoran logam,” paparnya.

Banyaknya pekerja yang membangun industri di rumah masing-masing, produksi kuningan semakin berkembang. Tidak hanya untuk memperbaiki perkakas yang rusak tapi juga membuat bangunan.

Unggulnya kerajinan logam kuningan asal Juwana berada pada cara membuatnya. Pengecoran kuningan Juwana beda dari yang lain karena pakai teknik pengetokan.

Hasilnya, berbagai mahakarya seni patung telah dihasilkan oleh tangan terampil Sutrisna, bersama para karyawannya. Ditambah dengan bantuan promosi dan pengenalan produk dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) membuat Industri Kecil Menengah (IKM) ini bisa naik kelas dan eksis sampai saat ini.

“Beberapa seni patung yang tersoroh di Kabupaten Pati buah dari keterampilan Sutrisna antara lain, patung keran air di Plaza Pragola Margorejo hingga landmark Deda Grogolsari, Kecamatan Pucakwangi. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page