
PATI, JejakNusantara.net || Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati bergerak cepat dalam mengatasi persebaran penyakit campak yang mencapai 20 kasus di awal tahun 2026. Alhasil dari 20 kasus yang sempat menjangkit, kini sudah nol kasus berkat kesigapan dari petugas kesehatan yang ada di tiap kecamatan.
Kepala Dinkes Pati Luky Pratugas Narimo, melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Salis Diah Rahmawati membenarkan jika sebelumnya Pati menempati peringkat ketiga dengan jumlah penyakit campak tertinggal se-Jawa Tengah.
Awalnya, persebaran penyakit campak tersebar di wilayah Sukolilo, Tayu, dan Tambakromo. Hingga kemudian, Margorejo menjadi yang tertinggi dengan 6 kasus campak.
Langkah antisipasi yang sudah dilakukan, kata Salis, adalah dengan melakukan kajian ke puskesmas terkait. Sehingga tenaga kesehatan yang ada di lokasi bisa segera mengidentifikasi dan antisipasi persebaran semakin meluas.
“Laporan di dinas kesehatan ada laporan 20 kasus. Alhamdulillah seiring dengan berjalannya waktu dan penanganan tepat dari nakes berangsur sembuh dan membaik. Kami segera koordinasi dengan puskesmas terutama ada yang terjangkit campak untuk antisipasi, terutama puskesmas Margorejo untuk melakukan kajian di wilayah yang terdampak campak. Kita juga akan vaksinasi,” ungkap Salis, Selasa 7 April 2026.
Persebaran yang cepat ini dinilai Salis dikarenakan arus mudik yang membawa ribuan masyarakat pendatang masuk ke Kabupaten Pati. Akibatnya, daya tahan tubuh masyarakat Pati tidak siap mengakibatkan virus menyebar cepat.
Sebagai bentuk antisipasi agar campak tak kembali meluas, Salis telah mengintruksikan kepada setiap puskesmas untuk gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk menerapkan gaya hidup sehat.
Khususnya kepada anak-anak, orangtua diminta untuk menjaga kesehatan mulai dari mengawasi pola makan dan cuci tangan setelah menjalankan aktivitas.
“Saat ini campak baru viral tidak hanya di Pati tetapi di Indonesia. Apalagi musim lebaran banyak warga luar Pati yang masuk. Antisipasi menjaga kebersihan, cuci tangan, dan kemarin kita sudah sosialisasi agar anak-anak tidak diajak ke keramaian. Gizi juga harus diperhatikan,” tandasnya. (Hang)

