
PATI, JejakNusantara.net || Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati melalui Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) mengirim perwakilan pelaku ekonomi kreatif (Ekraf) Tiara Craft dari Desa Sarirejo, Kecamatan Pati untuk mengikuti event Semarak KaTa yang dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, di Kabupaten Grobogan pada Jumat-Minggu tanggal 17-19 April 2026.
Kepala Dinporapar Pati Rekso Suhartono, melalui Kabid Pemasaran Pariwisata Mohamad Roni mengungkap, Tiara Craft milik Ranu Adi merupakan pelaku Ekraf yang memanfaatkan limbah bonggol jagung yang disulap menjadi berbagai pernak-pernik hiasan menarik.
Roni menambahkan, Ekraf ini banyak menginspirasi para pelaku ekonomi yang lain bahwa limbah tak terpakai bisa dimanfaatkan menjadi barang bernilai ekonomis tinggi.
“Salah satu pelaku Ekraf yang mengikuti Semarak Kata di Grobogan adalah Tiara Craft, beliau salah satu pelaku Ekraf yang gigih dan banyak karya yang dihasilkan. Bonggol Jagung yang biasanya tidak digunakan dibuang sekarang bisa dimanfaatkan dibuat kerajinan pernak-pernik hiasan yang lain. Pelaku Ekraf yang menginspirasi menghasilkan karya yang bagus,” kata Roni.

Roni berharap dengan kehadiran Tiara Craft ini, produk Ekraf asal Pati bisa semakin dikenal luas oleh masyarakat se-Jawa Tengah. Termasuk membangkitkan gairah para pelaku Ekraf yang lain untuk bisa terus berkarya dan meningkatkan taraf perekonomian masyarakat.
“Kabupaten Pati mengikuti kegiatan tersebut, kita mengirim salah satu pelaku Ekraf ke event tersebut. Sehingga Ekraf Pati bisa turut berperan aktif lebih dikenal di tingkat Jawa Tengah. Ini sangat positif untuk mengangkat para pelaku Ekraf yang masih memerlukan dukungan pemerintah. Kami apresiasi dan kedepan kami laksanakan kegiatan sejenisnya. Event event seperti ini bisa terus dilaksanakan untuk mengangkat perekonomian para pelaku Ekraf,” imbuh Roni.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kolaborasi antara pemerintah daerah dan pelaku ekonomi kreatif semakin kuat dalam meningkatkan daya saing UMKM serta mengangkat potensi lokal Pati ke tingkat yang lebih luas.
Terpisah, Ranu Adi menceritakan kisah perjalanan usahanya yang mulai digeluti sejak tahun 2015 dengan berbagai macam pernak-pernik hiasan rumah berhasil ia buat dengan nilai ekonomis tinggi. Mulai dari vas bunga, bingkai cermin, once rokok, gantungan kunci, tempat tisu, bulpen, dan berbagai macam kerajinan lainnya berbahan dasar bonggol jagung.
“Dulu itu ceritanya saya melihat banyakan limbah bonggol jagung dari para petani jagung di Pati Selatan. Kemudian saya beli, saya olah menjadi kerajinan tangan yang kreatif,” kata Adi.

Berkat bantuan promosi dan fasilitasi pemasaran pemerintah, usahanya lambat laun mulai dikenal publik. Selain dikenalkan melalui Plaza Pragola, Tyara Craft juga seringkali diajak pameran dalam berbagai event mulai dari tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional.
Hasilnya, Tyara Craft kini telah merambah sampai ke pasar nasional bahkan mancanegara. Hal ini membuktikan bahwa limbah di tangan orang yang terampil bisa memiliki nilai ekonomis yang tinggi.
“Kami sering diajak dinas ke pameran-pameran. Jadi dari sana, produksi kami mulai dikenal dan dilirik oleh banyak orang terutama untuk dijual lagi di objek-objek wisata, bahkan sampai ke Papua. Ada juga pekesan (broker) dari Semarang yang mengirim ke luar negeri,” imbuhnya.
Ranu Adi berharap, pemerintah bisa kembali mengajak dirinya dan para IKM lainya di ajang pameran. Termasuk memberikan pelatihan ataupun bantuan peralatan yang bisa menunjang produksi. (Hang)

