
Pati, JejakNusantara.net || Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati , Joni Kurnianto, Angkat bicara terkait ditemukannya data rencana pembelian kursi pijat bupati dengan pagu anggaran yang mencapai Rp180 juta. Hal itu ramai di media sosial dan menjadi bahan perbincangan netizen.
Ia mengaku tidak tahu, bahkan baru tahu kabar tersebut dari teman-teman wartawan saat menemui dirinya. Nanti akan Segera saya cari tahu kebenarannya, karena saat rapat Badan Anggaran (Banggar) kemarin tidak ada pembahasan soal itu.
“Saya malah baru tahu, coba nanti saya cek dulu kepastiannya. Kemarin saat Banggar juga tidak ada pembahasan soal itu, kalau pun ada pasti akan kami coret dan kami alihkan ke pembangunan infrastruktur”. Tegasnya.
Di tempat terpisah, Plt. Bupati Pati Risma Ardhi Chandra memberi penjelasan terkait kabar yang menghebohkan media sosial tersebut. Ia menjelaskan bahwa anggaran tersebut sudah di anggarkan tahun lalu sebelum dirinya menjabat, dan saat ini sudah di batalkan dan di kembalikan.
“Terkait hal Itu sudah di anggarkan tahun lalu sebelum saya menjabat, hari ini sudah saya instruksikan untuk membatalkan dan mengembalikan. kursi tersebut tidak Rp180 juta, tetapi 40 juta dengan terbagi dari beberapa item”. Jelas Chandra.
Ia juga menambahkan, tahun ini untuk anggaran perencanaan tambahan seperti fasilitas umum sementara kita cancel dulu. Karena kita masih butuh banyak anggaran untuk percepatan pembangunan infrastruktur di kabupaten pati. (Red)

