
SALATIGA, JejakNusantara.net — Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memanfaatkan pertunjukan wayang sebagai media edukasi kepada masyarakat terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pelindungan anak di ruang digital melalui Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS). Langkah ini menjadi bagian dari upaya menyiapkan Generasi Emas Indonesia 2045.
Edukasi tersebut dikemas dalam kegiatan Diseminasi Informasi Pertunjukan Rakyat Wayang Golek Santri bertema Membangun Generasi Emas Indonesia: Tubuh Sehat, Tangguh Berkarya, dan Aman di Era Digital yang digelar di Kota Salatiga, Minggu (12/7/2026).
Kegiatan ini mengangkat pentingnya pemenuhan gizi anak melalui Program MBG, perlindungan anak di ruang digital melalui PP TUNAS, sekaligus pelestarian budaya sebagai media komunikasi publik yang dekat dengan masyarakat.
Hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Digital Nunik Purwanti, perwakilan Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Salatiga, Pendamping Koordinator Regional Badan Gizi Nasional Provinsi Jawa Tengah, Ketua Tanfidziyah MWC NU Kecamatan Sidomukti, Ketua Pengasuh PPTI Al Falah Salatiga, Ki Dalang Haryo Enthus Susmono, serta unsur pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, pelajar, dan masyarakat.
Direktur Komunikasi Publik Komdigi, Nunik Purwanti, mengatakan cita-cita Indonesia Emas 2045 harus dipersiapkan sejak sekarang melalui pembangunan sumber daya manusia yang menyeluruh, mulai dari pemenuhan gizi hingga perlindungan anak di dunia digital.”Membangun Indonesia Emas bukan dimulai pada tahun 2045, tetapi dimulai dari hari ini, dari rumah kita, dari keluarga kita, dan dari bagaimana kita menjaga tumbuh kembang anak-anak kita,” ujarnya.
Menurut Nunik, Program Makan Bergizi Gratis merupakan investasi jangka panjang untuk melahirkan generasi yang sehat, cerdas, produktif, dan berdaya saing.Program Makan Bergizi Gratis bukan sekadar membagikan makanan. Program ini adalah investasi negara untuk masa depan. Anak yang memperoleh gizi yang baik akan tumbuh lebih sehat, lebih kuat, lebih mudah berkonsentrasi saat belajar, dan memiliki peluang yang lebih besar untuk berkembang menjadi sumber daya manusia yang unggul,” katanya.
Di sisi lain, ia menilai tantangan yang dihadapi anak-anak saat ini tidak hanya berkaitan dengan kesehatan fisik, tetapi juga keamanan saat beraktivitas di ruang digital. Karena itu, pemerintah menghadirkan PP TUNAS sebagai upaya menciptakan ekosistem digital yang aman dan ramah anak.
Anak-anak kita tidak hanya membutuhkan makanan yang bergizi, tetapi juga lingkungan digital yang aman agar dapat tumbuh menjadi generasi yang sehat secara fisik, cerdas dalam berpikir, dan kuat dalam karakter,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Salatiga yang diwakili Christianto Adi Kurniawan Mardianto mengatakan keberhasilan mewujudkan Generasi Emas Indonesia membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, sekolah, keluarga, tokoh agama, komunitas, hingga media.
“Pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri. Membangun Generasi Emas adalah pekerjaan bersama. Sinergi inilah yang menjadi kekuatan utama Indonesia,” tegas Christianto. (Red)

