Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci Pembangunan Pati, Ketua DPRD Ali Badrudin Perkuat Sinergi Bersama Forkopimda

Bagikan:

PATI, JejakNusantara.net || Kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu fondasi utama dalam menjaga stabilitas sekaligus mempercepat pembangunan di Kabupaten Pati. Hal tersebut tercermin dari sinergi yang terus dibangun antara Ketua DPRD Kabupaten Pati Ali Badrudin, Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pati Risma Ardhi Chandra, Kapolresta Pati Kombes Pol. Jaka Wahyudi, serta Dandim 0718/Pati Letkol Arm Timotius Berlian Yogi Ananto dalam mengawal berbagai program strategis daerah.

Ketua DPRD Pati Ali Badrudin menegaskan, komunikasi dan kolaborasi yang erat antara unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menjadi modal penting dalam menciptakan pemerintahan yang efektif, responsif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Menurutnya, kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kabupaten Pati hingga saat ini tetap aman, stabil, dan terkendali. Situasi kondusif tersebut merupakan buah dari sinergi yang terjalin dengan baik antara Pemerintah Kabupaten Pati, Polresta Pati, Kodim 0718/Pati, Kejaksaan Negeri Pati, Pengadilan Negeri Pati, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen masyarakat yang bersama-sama menjaga persatuan dan stabilitas daerah.

Selain membahas kondisi keamanan, kolaborasi lintas sektor juga diarahkan untuk mendukung percepatan pembangunan infrastruktur. Salah satu proyek strategis yang menjadi perhatian adalah reaktivasi jalur kereta api Pantura yang akan menghubungkan Semarang, Demak, Kudus, Pati, Rembang, Tuban, hingga Lamongan. Pemerintah Kabupaten Pati menyampaikan bahwa realisasi proyek tersebut masih menunggu arahan dan keputusan dari pemerintah pusat. Apabila terealisasi, jalur tersebut diyakini akan meningkatkan konektivitas wilayah, memperlancar mobilitas masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan Pantura.

Pembahasan lain yaitu di sektor pariwisata, kebijakan outing class lokal yang diterapkan Pemerintah Kabupaten Pati mulai menunjukkan hasil positif. Program yang mendorong sekolah memanfaatkan destinasi wisata lokal sebagai media pembelajaran tersebut terbukti memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kunjungan wisata dan perputaran ekonomi masyarakat.

Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Pati, sepanjang Januari hingga Juni 2026 jumlah kunjungan wisatawan mencapai 552.717 orang, dengan lonjakan tertinggi terjadi pada masa libur sekolah. Peningkatan tersebut turut memberikan efek berganda bagi sektor kuliner, perhotelan, transportasi, hingga pelaku usaha mikro di sekitar destinasi wisata.

Sementara itu, dalam upaya memperkuat daya saing daerah, DPRD bersama Pemerintah Kabupaten Pati terus mengembangkan sektor ekonomi kreatif melalui berbagai inovasi. Beberapa program yang tengah dipersiapkan antara lain pembentukan Komite Ekonomi Kreatif Kabupaten Pati, penyelenggaraan festival bulanan sebagai ruang promosi produk lokal, kolaborasi dengan perguruan tinggi untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, serta pengembangan ekosistem digital bagi pelaku usaha kreatif.

Langkah tersebut juga diperkuat dengan rencana penyelenggaraan Pati Innovation Awards 2026, sebuah ajang apresiasi yang diharapkan mampu melahirkan inovasi baru di bidang industri kreatif dan teknologi informasi, sekaligus mendorong lahirnya pelaku usaha yang lebih adaptif terhadap perkembangan digital.

Ali Badrudin berharap, sinergi yang telah terbangun antara DPRD, Pemerintah Kabupaten Pati, Forkopimda, serta seluruh elemen masyarakat dapat terus dipertahankan. Dengan kolaborasi yang solid, Kabupaten Pati diharapkan mampu menjaga stabilitas keamanan, mempercepat pembangunan infrastruktur, meningkatkan sektor pariwisata, serta memperkuat ekonomi kreatif sebagai salah satu pilar pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page