
PATI, Jejaknusantara.net — DPRD Kabupaten Pati menggelar audiensi bersama asosiasi peternak unggas di Ruang Rapat Gabungan DPRD Pati, Selasa (18/8/2026). Audiensi tersebut membahas upaya memperkuat penyerapan hasil produksi peternak unggas lokal, khususnya telur, agar dapat terserap dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pati.
Audiensi dihadiri Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra, Ketua Komisi B DPRD Pati Muslihan beserta jajaran, Koordinator Wilayah (Korwil) MBG Kabupaten Pati, perwakilan Dinas Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perdagangan dan Perindustrian, serta para peternak unggas.
Dalam pertemuan tersebut, ketua DPRD Pati Ali Badrudin, mendorong penyiapan pendataan sekaligus geotagging peternak unggas lokal. Langkah ini dinilai penting untuk mengetahui secara lebih akurat keberadaan, kapasitas produksi, serta potensi pasokan telur dari peternak di wilayah Kabupaten Pati.
Pendataan tersebut diharapkan menjadi dasar dalam membangun mekanisme penyerapan telur lokal yang lebih terukur. Dengan mekanisme yang jelas, pasokan telur produksi Pati diharapkan dapat terserap secara optimal untuk memenuhi kebutuhan bahan pangan dalam program MBG sekaligus memberikan kepastian pasar bagi peternak lokal.
Selain persoalan penyerapan hasil produksi, harga pakan menjadi salah satu perhatian utama dalam audiensi. Para peternak menyampaikan bahwa biaya pakan memiliki kontribusi terbesar terhadap harga pokok produksi (HPP) telur.
Kondisi tersebut membuat harga pakan menjadi faktor penting yang perlu mendapat perhatian bersama. Sebab, tingginya biaya pakan secara langsung berpengaruh terhadap biaya produksi dan pada akhirnya turut menentukan harga jual telur di tingkat peternak.
Menindaklanjuti persoalan harga pakan tersebut, Pemkab Pati bersama asosiasi peternak unggas direncanakan bertolak ke Jakarta pada pekan depan untuk bertemu dengan Kementerian Pertanian. Pertemuan tersebut diharapkan dapat menghasilkan solusi terkait tingginya harga pakan yang selama ini menjadi salah satu beban utama bagi peternak.
Melalui audiensi tersebut, DPRD Pati bersama pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan diharapkan dapat merumuskan langkah konkret untuk memperkuat ekosistem peternakan unggas lokal. Upaya itu mencakup memastikan telur produksi Pati terserap dalam program MBG sekaligus mencari solusi terhadap biaya produksi, khususnya harga pakan, agar keberlangsungan usaha peternak tetap terjaga.
Upaya tersebut menjadi bagian penting dalam mendorong agar program MBG tidak hanya memberikan manfaat bagi penerima program, tetapi juga mampu menciptakan dampak ekonomi bagi peternak dan pelaku usaha pangan lokal di Kabupaten Pati. (Red)

