Bea Cukai Gagalkan Peredaran 1,9 Juta Batang Rokok Ilegal di Pantura, Nilainya Nyaris Rp3 Miliar

Bagikan:

JejakNusantara.net || Semarang, 24-02-2026 – Bea Cukai Jateng DIY menggagalkan peredaran Barang Kena Cukai (BKC) ilegal. Sebanyak 1.920.000 batang rokok tanpa pita cukai diamankan dari sebuah truk boks di jalur Pantura Semarang-Batang, tepatnya di wilayah Weleri, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, pada Selasa (10/02) dini hari.

Penindakan tersebut bermula dari informasi yang diterima petugas sehari sebelumnya mengenai dugaan pengiriman rokok ilegal yang akan melintasi wilayah Jawa Tengah. Menindaklanjuti informasi itu, Bea Cukai segera melakukan analisis dan membagi personel untuk melakukan pengamatan di sepanjang jalur tersebut.

Kepala Seksi BK Humas Kanwil Bea Cukai Jateng DIY, R. Megah Andiarto, menjelaskan bahwa pada Selasa (10/02) sekitar pukul 04.30 WIB, tim mendapati sebuah truk box berwarna kuning yang sesuai dengan ciri yang telah diidentifikasi. “Tim segera melakukan penghentian dan pemeriksaan singkat yang disaksikan oleh sopir,” ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan 120 karton rokok berbagai merek tanpa dilekati pita cukai. Total rokok ilegal yang diamankan mencapai 1.920.000 batang dengan perkiraan nilai barang sebesar Rp2,85 miliar. Adapun potensi kerugian penerimaan negara dari sektor cukai ditaksir mencapai Rp1,43 miliar.“Atas temuan tersebut, petugas langsung melakukan tindakan penegahan terhadap barang hasil penindakan,” imbuh Megah.

Ia menegaskan bahwa jalur Pantura masih menjadi salah satu titik rawan distribusi rokok ilegal. Menurutnya, penindakan ini merupakan bentuk komitmen Bea Cukai dalam melindungi penerimaan negara sekaligus menjaga persaingan usaha yang sehat.

“Peredaran rokok ilegal tidak hanya merugikan negara dari sisi penerimaan cukai, tetapi juga merugikan pelaku usaha yang telah mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan,”Kanwil Bea Cukai Jateng DIY menegaskan akan terus meningkatkan pengawasan dan penindakan guna menekan peredaran BKC ilegal di wilayah kerjanya, khususnya di jalur distribusi strategis seperti Pantura. (Bang_Bro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page