Eduwisata Batik Pati Terima Kunjungan Puluhan Siswa SMPIT Al-Mahsyur Kayen

Bagikan:

PATI, JejakNusantara.net || Eduwisata Batik Yuliartiwarno di Desa Langgenharjo, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati menerima kunjungan dari anak-anak sekolah SMPIT Al-Mahsyur Kayen, Kamis 12 Februari 2026. Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka memperkenalkan proses pembuatan batik tulis asli langsung dari pabrik.

Tamzis selaku owner dari Batik Tulis Yuliartiwarno menerangkan, ada sekitar 55 anak-anak sekolah. Mereka dibekali keterampilan membatik sejak dini untuk memperkenalkan batik sebagai salah satu warisan budaya Indonesia dari Kabupaten Pati.

“Ini adalah kegiatan yang kami harapkan kegiatan bersama dengan akademisi untuk memperkenalkan kepada generasi muda apa itu batik dan praktik langsung, sebagai wujud mempertahankan budaya Indonesia. Biar mereka faham meskipun hanya sebatas pengalaman,” ungkapnya.

Sejak dibuka pada 2013 silam, kata Tamzis, eduwisata ini telah banyak memberikan kontribusi berupa pengetahuan kepada anak-anak sekolah akan batik. Selain diajari bagaimana cara membatik mulai dari awal hingga finishing, anak-anak juga diajari bagaimana memasarkan batik untuk bisa terus eksis di sera global seperti saat ini.

“Kita ajari bagaimana peluang bisnis dari batik, jadi caranya harus bisa membatik. Mulai dari membuat motif, mencanting, mewarnai, fixsasi, sampai penjualan bagaimana produk ini dijual. Proses bagaimana mendapatkan peluang dari batik,” imbuhnya.

Menurutnya, batik bukan haya sebuah fashion yang dipakai sehari-hari. Lebih daripada itu, menurut Tamzis batik dianggap sebagai warisan kuno perlu dilestarikan oleh anak-anak sekolah termasuk Batik Yuliatiwarno yang menjadi ciri khas dari Kabupaten Pati.

Adanya kunjungan puluhan anak-anak sekolah di eduwisata batik ini juga mendapat dukungan dari Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Pati, melalui bidang Pemasaran Pariwisata.

Kepala Dinporapar Pati Rekso Suhartono, melalui Kabid Pemasaran Pariwisata Mohamad Roni menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Batik Yuliatiwarno yang telah berjasa dalam memperkenalkan batik sebagai warisan budaya nusantara kepada generasi muda.

“Kami sangat mengapresiasi sebesar-besarnya pemilik Batik Yuliatiwarno yang sudah banyak berperan dalam memberikan edukasi khususnya membatik kepada anak-anak sekolah. Dengan edukasi membatik ini anak-anak bisa mengenal budaya khas nusantara khususnya di Pati. Sehingga nanti anak-anak bisa mengerti bagaimana cara membuat batik, bagaimana mencintai produk asli daerahnya sendiri,” kata Roni.

Kolaborasi yang baik dengan Dinporapar selama ini juga diharapkan bisa terus terjalin. Sehingga apa yang sudah ada saat ini bisa terus dikembangkan menjadi lebih baik untuk sektor ekonomi kreatif dan eduwisata di Kabupaten Pati.

“Pak Tamzis memang banyak berkolaborasi dengan Dinporapar mengikuti berbagai kegiatan ekonomi kreatif. Kami harapkan semangat dari pak Tamzis bisa menular kepada generasi muda,” tandasnya.

Sektor ekonomi kreatif semacam ini juga diharapkan oleh Roni, bisa ditiru oleh para pengrajin batik yang lain. Sehingga bukan hanya sektor ekonomi kreatif saja yang tumbuh, tetapi juga dibarengi dengan sektor pariwisata.

Wartawan: (Yanto)

Editor: (Bang_Bro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page