Manfaatkan Limbah Plastik, Anyaman Tas Asal Juwana Ini Tembus Pasar Asia

Bagikan:

PATI, JejakNusantara.net || Berbekal limbah plastik daur ulang di tahun 2019, Syahrial Aman seorang pengusaha muda asal Juwana Pati berhasil menyulapnya menjadi anyaman tas yang bernilai ekonomis tinggi. Bagaimana tidak, limbah plastik yang selama ini berakhir di tempat sampah justru disulap olehnya menjadi pernak-pernik hiasan tas berkat keterampilannya.

Dengan dibantu ratusan karyawannya, setiap bulanya dirinya mendapatkan ribuan pesanan tas dari mancanegara seperti Jepang dan Korea. Sehingga untuk mengenali darimana produk buatannya ini, Syahrial menamai produknya Syams Indonesian Handicraft.

Berlokasi di pinggir jalan raya Juwana-Jakeanan turut Desa Karangrejo, terlihat sejumlah karyawan tampak sibuk menyortir berbagai buah tangan yang hendak dipasarkan.

“Kalau karyawan disini hanya sedikit, karena kami juga memperbolehkan karyawan untuk membawa pulang bisa dianyam sendiri di rumah. Rata-rata mereka ibu rumah tangga atau pekerja lain yang memiliki waktu luang dan ingin penghasilan tambahan,” kata Syahrial, Minggu 22 Maret 2026.

Kesuksesan industri rumah tangga miliknya ini juga tak lepas dari bantuan promosi dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin). Pada tahun 2023 lalu, kata dia, saat pagelaran akbar Pekan Olahraga Provinsi (Poprov) diselenggarakan di Pati, dirinya mendapatkan ratusan pesanan tas sebagai oleh-oleh kontingen dari luar daerah.

Tak hanya itu, dari dinas provinsi juga sering diajak mengikuti pameran sampai ke Jakarta yang membuat produknya kemudian dikenal luas sampai ke mancanegara.

“Kami juga difasilitasi pameran di Plaza Pragola, kemudian juga ke jakarta bersama dinas provinsi. Dulu pas Porprov juga dapat pesanan tas. Mulai akhir tahun lalu setiap bulan itu ada sampai 5ribu pesanan tas ke Korea Jepang. Ada juga ke Bali dan kota besar lainnya,” imbuhnya.

Untuk harga juga cukup terjangkau tergantung pesanan. Mulai dari yang paling murah Rp25 ribu sampai ratusan ribu rupiah. Syahrial mengaku bersyukur karena apa yang ia geluti saat ini bisa bermanfaat bagi orang lain untuk bersama-sama mencari rezeki yang halal.

Hanya saja dirinya berharap nantinya ada bantuan alat pengolahan biji plastik guna mengolah limbah sebelum diolah menjadi anyaman tas. Sebab selama ini dirinya bekerja sama dengan pihak lain dalam mengolah limbah plastik menjadi biji plastik yang bisa dianyam menjadi kerajinan.

“Selama ini kan saya ada kerjasama dengan pihak lain dalam mengolah limbah plastiknya. Jadi mungkin harapannya untuk dinas ya ada bantuan itu, sehingga kami bisa memproduksi secara mandiri tanpa ada pihak ketiga,” tandasnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page