
PATI, JejakNusantara.net || Industri Kecil Menengah (IKM) Tehnik Logam Jaya yang memproduksi berbagai macam miniatur kendaraan, milik Sumarji warga Desa Karanglegi, Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati kini berhasil menembus pasar Eropa.
Memang, produksi milik Sumarji menawarkan miniatur berbagai jenis kendaraan mulai dari motor, becak, sepeda, kapal, dan yang lainya untuk perhiasan rumah dan buah tangan yang unik daripada yang lain.
Sumarji bercerita, awal mula produksinya ini berawal dari pengalamannya menekuni dunia industri kuningan di wilayah Juwana selama lebih dari 12 tahun. Berkat keterampilannya ini, di tahun 2012 ia kemudian memberanikan untuk memulai usaha sendiri dirumah dengan modal dan alat seadanya.
Dibantu sejumlah tetangganya, tangan terampil Sumarji berhasil mengolah limbah aluminium, kuningam, logam, hingga besi menjadi miniatur kendaraan yang cantik untuk pajangan rumah maupun kantor.
“Berawal dari ikut orang di Juwana, biar bermanfaat bagi orang lain kemudian saya membuka usaha sendiri dan Alhamdulillah bisa berkembang sampai saat ini. Kita cari mitra kerja yang bisa mensuport bahan baku, jadi awalnya kita hanya jasa. Kita ingin yang tidak membutuhkan modal banyak tetapi kita cari investor,” kata Sumarji, Senin 16 Februari 2026.
Lambat laun, produksi miliknya banyak diminati karena keunikannya dan harganya yang terjangkau tak sampai Rp100 ribu per unit. Para tetangga Sumarji yang tertarik kemudian ikut serta memasarkan produksi miniatur kendaraan melalui media sosial dan platform digital marketing.
Hasilnya, banyak pedagang di kawasan objek wisata mulai dari Bali, Jogja, hingga Bandung yang kemudian melirik hasil produksi Tehnik Logam Jaya untuk memproduksi secara massal.

Tak sampai disitu, pasar global kemudian turut hadir dalam memasarkan produksi milik Sumarji. Keunikannya banyak dilirik oleh wisawatan mancanegara yang kemudian membawanya sampai ke pasar Eropa seperti Belanda hingga Italia.
“Ada broker dari luar negeri, grosir, sales, ada juga tetangga yang bangu jual lewat online. Biasanya pesanan dari tempat wisata seperti di Bali, Jogja, Bandung. Luar negeri kami sudah sampai ke Belanda dan Italia, tetapi ordernya enam bulan sekali atau setahun sekali. Karena orderan kan banyak bisa seribu dua ribu, tapi langsung banyak,” tambahnya.
Tembusnya produksi miliknya sampainke pasar Eropa tentu tidak bisa lepas dari bantuan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin). Selain mendapatkan sertifikasi dan izin usaha sebagai IKM, Sumarji juga mengaku mendapatkan fasilitasi promosi dan diajak ikut dalam berbagai event pameran UMKM di berbagai tingkat.
“Kita diajak ikut pameran baik di kabupaten ataupun diluar kota, membuat merk dan hak paten juga. Pelatihan juga sering dari Disdagperin ataupun dari provinsi, pokonya yang ikut karena kita diajak. Kemudian juga pernah study banding dengan UMKM diluar kota untuk meningkatkan kapasitas produksi kita. Tentu kami berharap ada program untuk UMKM, syukur-syukur ada bantuan mesin,” tandasnya.
Meskipun demikian, ia berharap program pengembangan terhadap UMKM dan bantuan alat bisa terus diberikan oleh Disdagperin. Sehingga banyak industry kecil lain selain dirinya yang bisa ikut berkembang dan merasakan manfaat dari pemerintah. (Red)

