Mudik Gratis, Rindu Temukan Jalan Pulang

Bagikan:

JAKARTA, JejakNusantara.net || Senin, 16 Maret 2026 – Pagi itu, halaman Museum Purna Bhakti Pertiwi, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, dipenuhi koper, tas besar, dan wajah-wajah yang tak sabar pulang. Sejumlah bus berjejer rapi. Di dalamnya, ratusan warga Kabupaten Pati bersiap menempuh perjalanan panjang menuju kampung halaman.

Bagi mereka, perjalanan ini lebih dari sekadar pulang. Di dalam bus-bus itu, ada rindu yang akhirnya menemukan jalan.Sebanyak 702 warga Pati diberangkatkan melalui program Mudik Gratis kolaborasi Pemkab Pati dengan Pemprov Jateng.

Mereka pulang menggunakan 16 bus yang telah disiapkan. Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra pun hadir langsung di lokasi keberangkatan. “Pagi ini saya bersama Kepala Dishub Kabupaten Pati mendampingi Pak Gubernur melepas rombongan bus pemudik dari Kabupaten Pati,” kata Chandra.

Ia menjelaskan, armada bus untuk pemudik Pati berasal dari beberapa sumber. Sepuluh bus disediakan oleh Pemerintah Kabupaten Pati, tiga bus dari Badan Penghubung Provinsi Jawa Tengah bersama Bank Jateng, dua bus dari Semen Gresik, dan satu bus dari Jasa Raharja.“Total untuk Kabupaten Pati ada 16 bus dengan 702 orang pemudik,” ujar Plt Bupati.

Sebelum keberangkatan, kondisi armada juga telah diperiksa oleh petugas. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan keamanan perjalanan para pemudik.“Tadi Pak Kepala Dinas sudah mengecek semua busnya. Busnya bagus, keren, dan aman,” ujar Plt Bupati. Ia berharap seluruh pemudik dapat sampai di Kabupaten Pati dengan selamat.“Semoga pemudik sampai Kabupaten Pati dengan keadaan sehat dan perjalanan mudiknya lancar,” ujarnya.

Di antara para pemudik, Daryono, pengemudi ojek online di Jakarta, terlihat menunggu bus yang akan membawanya pulang ke Kecamatan Tambakromo. Ia mengaku program mudik gratis sangat membantu pekerja informal seperti dirinya.“Menurut saya sangat-sangat membantu sekali untuk kalangan warga menengah ke bawah,” kata Daryono.

Ia berharap jumlah armada bus pada tahun mendatang bisa ditambah.“Mudah-mudahan ke depan armadanya nambah lagi dan teman-teman yang belum bisa ikut tahun ini bisa ikut juga,” ujarnya.

Harapan serupa disampaikan oleh Pawi, pedagang kopi keliling di Jakarta, yang juga merasa terbantu dengan program tersebut. “Tahun ini Alhamdulillah cukup bagus,” katanya.

Pria yang akan mudik ke Kecamatan Gabus itu pun berharap program mudik gratis terus dilanjutkan pada tahun-tahun berikutnya.“Semoga ke depannya lebih bagus lagi dan bisa ditambah armadanya,” ujar Pawi.

Pelepasan rombongan pemudik dilakukan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi sekitar pukul 10.00 WIB. Disampaikan gubernur, program mudik gratis Pemprov tahun ini merupakan kerja sama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dengan berbagai pihak, antara lain Baznas, Bank Jateng, dan sejumlah instansi lainnya.

Total ada 325 bus yang disiapkan untuk mengangkut pemudik menuju berbagai kota dan kabupaten di Jawa Tengah.“Jadi hari ini kita lakukan mudik gratis Pemprov Jawa Tengah yang diikuti oleh 35 kabupaten kota,” kata Luthfi.

Menurutnya, sebagian besar peserta mudik merupakan pekerja informal di wilayah Jabodetabek dengan penghasilan relatif rendah.“Rata-rata mereka pekerja informal yang gajinya di bawah Rp 5 juta. Ada pedagang bakso, pengemudi ojek online, pembantu rumah tangga, dan lainnya,” ujar Luthfi.

Ia menilai program tersebut menjadi bentuk kehadiran pemerintah untuk membantu masyarakat pulang ke kampung halaman saat Lebaran.“Ini merupakan bentuk hadirnya negara untuk mempermudah dan mempercepat mobilitas masyarakat,” kata Luthfi.

Bus-bus itu kemudian perlahan meninggalkan halaman TMII. Di balik kaca jendela, para pemudik melambaikan tangan. Dan jalan pulang untuk mencurahkan rindu pada kampung halaman pun kini telah terbuka lebar. (Bang_Bro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page