
Kumai, JejakNusantara.net || 07 November 2025 – PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) menegaskan komitmennya terhadap keselamatan pelayaran nasional dengan menggelar pembaharuan Sertifikat Keselamatan Kapal Penumpang pada 07 November 2025.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian persiapan menghadapi lonjakan penumpang pada periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), sekaligus memastikan seluruh armada PELNI siap beroperasi dengan standar keselamatan tertinggi.
Kepala Cabang PT PELNI Kumai, Suwadi, menjelaskan bahwa pembaruan Sertifikat Keselamatan Kapal Penumpang (SKKP) menjadi salah satu langkah penting dalam memastikan kesiapan armada menghadapi periode angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.
“Pembaruan sertifikat keselamatan ini kami lakukan sebagai bentuk komitmen PT PELNI dalam menjamin seluruh kapal beroperasi dengan standar keselamatan tertinggi. Kami ingin memastikan setiap kapal yang melayani masyarakat telah memenuhi ketentuan laik laut sebelum masa libur Nataru,” ujar Suwadi.
Adapun kegiatan teknis dalam pembaruan sertifikat keselamatan ini meliputi pengecekan perlengkapan keselamatan jiwa, antara lain jumlah lifeboats, liferafts, rescue boats, life jackets, transponder radar, perangkat komunikasi darurat, serta berbagai alat penunjang keselamatan lainnya untuk memastikan seluruh peralatan berada dalam kondisi siap pakai dan memenuhi standar keselamatan pelayaran.

“Sebagai perusahaan transportasi laut yang melayani masyarakat, keselamatan merupakan prioritas utama bagi kami. PT PELNI berpegang pada tiga pilar utama, yaitu safety first, zero accident, dan service excellence,” ujar Suwadi.
Melalui kegiatan pembaruan sertifikat dan pemeriksaan menyeluruh terhadap kelayakan kapal, Langkah ini diharapkan mampu memberikan rasa aman kepada penumpang sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap PT PELNI sebagai operator pelayaran nasional yang andal dan berkomitmen terhadap keselamatan.
Lebih lanjut, uji petik pada KM Awu juga telah dilaksanakan per tanggal 13 November 2025 kemarin, serta uji Petik KM Kelimutu yang telah dilaksanakan pada Pelabuhan Tanjong Priok, dengan demikian 3 kapal yang beroperasi melalui Pelabuhan Panglima Utar Kumai telah memenuhi standar kelayakan kapal. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya PT PELNI untuk memastikan seluruh armada beroperasi dengan aman, andal, dan memenuhi standar keselamatan pelayaran yang berlaku.
Tentang PELNIPELNI sebagai Perusahaan Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di bidang jasa pelayaran saat ini mengoperasikan 25 kapal penumpang yang melayani 511 ruas dengan 1.359 rute dan menyinggahi 74 pelabuhan.
Selain angkutan penumpang, PELNI juga melayani 30 trayek kapal perintis yang menjadi sarana aksesibilitas bagi mobilitas penduduk di wilayah 3TP, dimana kapal perintis menyinggahi 230 pelabuhan dengan total 522 ruas. PELNI juga mengoperasikan sebanyak 18 kapal rede. Untuk pelayanan bisnis logistik, saat ini PELNI mengoperasikan 8 trayek tol laut serta satu trayek khusus untuk kapal ternak. (T.S)

