
PATI, JejakNusantara.net || Tim Gizi Bidang Kesehatan Masyarakat dari 29 puskesmas yang ada di Kabupaten Pati mendapatkan sosialisasi dan pengarahan rapat koordinasi petugas gizi dari Dinas Kesehatan (Dinkes). Rapat kali ini membahas tentang Evaluasi Capaian Program Gizi Tahun 2025 dan Rencana Kegiatan Tahun 2026.
Kepala Dinkes Pati Luky Pratugas Narimo, melalui Plt. Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Anggia Widiari, menekankan pentingnya keterbukaan dan koordinasi yang baik serta mengoptimalkan peran petugas gizi Puskesmas dalam mendukung penurunan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB) dan Angka Kematian Balita (AKABA). Petugas gizi harus concern pada balita dan ibu hamil dilihat dari segi gizi.
“Dalam kesempatan ini kami menekankan menginventarisasi faktor-faktor pendukung dan penghambat dari masing-masing Puskesmas agar pencatatan dan pelaporan program gizi melalui Sigizikesga lebih maksimal, sehingga dapat digunakan untuk menetapkan kebijakan program dan merencanakan intervensi yang efektif dan efisien,” ungkapnya, Senin 23 Februari 2026.
Dengan arahan kepada para petugas gizi ini diharapkan dapat menjamin kesehatan masyarakat. Khususnya memastikan mutu dan keamanan pangan dan bahan makanan sesuai standar posi dan menu yang dibuat pengawas gizi, terjaminnya transparansi dan akuntabilitas, komitmen sosial, dan sinergi dengan Pemda.
Beliau mengingatkan besarnya tanggung jawab pengawas gizi. Karena itu, pengawas gizi diwajibkan fokus bekerja dan tidak diperkenankan merangkap pekerjaan dengan institusi pemerintah lainnya. (Red)

