Tembus Pasar Eropa, Batik Bakaran Sri Sarni Konsisten Pertahankan Keaslian Batik Tulis Asli

Bagikan:

PATI, JejakNusantara.net || Dari tahun ke tahun, Batik Bakaran Sri Sarni terus mempertahankan keaslian batik tulis khas Bakaran, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati. Dengan berbagai pola dan corak batik yang khas, batik produksi rumahan ini bahkan bisa tembus ke pasar dunia.

Andreas Agus Wibowo, selaku owner dari Batik Bakaran Sri Sarni yang berada di Jalan Pati-Tayu, Desa Bakaran Wetan mengaku konsisten dalam mempertahankan keaslian batik tulis. Bahkan dengan tegas, dirinya mengharamkan memproduksi batik printing karena dinilai bisa merusak citra Batik Bakaran yang menjadi ciri khas Kabupaten Pati.

“Kami adalah Batik Sri Sarni adalah Batik Bakaran yang asli di Desa Bakaran Wetan. Kami memproduksi batik tulis asli, tidak memakai printing atau yang lain. Penjualan di awal tahun ini dapat pesanan 2000 potong. Kami tidak memproduksi batik print, jadi asli batik tulis,” ungkap Andre, Sabtu 13 Februari 2026.

Di awal tahun 2026 ini saja, Batik Bakaran Sri Sarni sudah mendapatkan 200 potong kain dari penjuru kota bahkan dari Kalimantan Tengah. Tak hanya itu saja, produksinya bahkan sudah sampai ke pasar dunia mulai dari Asia hingga Eropa. Andre menegaskan, hal ini menunjukkan jika batik yang asli bakal terus laku dipasaran ketimbang batik-batik printing yang mudah diproduksi dan ditiru.

“Kami sudah sampai ke seluruh nusantara, Papua bahkan ke luar negeri juga sampai Singapura, Malaysia, Jerman, Belgia. Kita garansi batik kita batik asli, konsisten batik tulis. Artinya orang-orang luar, beli batik di tempat kita tidak mungkin batik palsu,” ungkapnya.

Tentunya, lanjut Andre, keberhasilan pihaknya dalam mempertahankan kualitas batik dan promosi sampai tembus ke pasar dunia tak bisa lepas dari peranan pemerintah, melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) sebagai motor penggerak Industri Kecil Menengah (IKM) di Bumi Mina Tani.

Sejak mendapatkan sertifikasi halal di tahun 2026 dengan bantuan dari pemerintah, seketika pesanan Batik Bakaran Sri Sarni melesat.

Tidak hanya itu, berbagai program promosi dari Disperindag juga disebut oleh Andre sangat membantu. Melalui berbagai macam event, semakin membuat Batik Bakaran asli ini tetap eksis ditengah menjamurnya jenis-jenis kain batik yang lain.

“Disdagperin membantu kami dalam promosi, jadi kita ada bantuan sertifikasi halal. Kemarin juga ada membuat produk kami diikutkan. Ini sangat membantu sekali dalam mempromosikan produk kita, jadi orang membeli batik di kami sudah yakin karena sudah terverifikasi,” tandasnya.

Meskipun demikian, dirinya berharap Disdagperin Pati untuk bisa terus memperhatikan IKM-IKM yang menjadi binaan. Dengan demikian perekonomian masyarakat Pati yang tumbuh melalui sektor ini bisa terus berkembang. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page