Terus Bertahan Dari Kebun ke Dapur Rumah, Perjalanan UMKM Kopi Bubuk Kurnia 234

Bagikan:

PATI, JejakNusantara.net || Usaha kopi bubuk rumahan terus bertahan di tengah berbagai keterbatasan. Salah satunya dijalani Sri Kurnia, pemilik UMKM Kopi Bubuk Kurnia 234 yang berlokasi di Desa Bageng, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati. Sejak 2019, ia merintis usaha kopi bubuk dengan memanfaatkan hasil kebun kopi miliknya sendiri.

Sri Kurnia mengawali usaha tersebut dengan semangat memproduksi kopi lokal agar bisa dinikmati masyarakat sekitar. Biji kopi yang digunakan berasal dari tanaman kopi yang ia tanam sendiri, sehingga proses produksi mulai dari bahan baku hingga pengolahan dilakukan secara mandiri.“Mulai jualan kopi bubuk sejak tahun 2019,” ujar Sri Kurnia.

Dalam perjalanan usahanya, Sri Kurnia mengaku belum pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah maupun lembaga perbankan. Meski begitu, ia tetap berusaha menjalankan usahanya dengan kemampuan yang ada.

“Sejauh ini belum pernah dapat bantuan dari Disdagperin, juga belum dapat bantuan permodalan dari bank,” katanya.

Sebelumnya, ia pernah mencoba memperluas pemasaran dengan menitipkan kopi bubuknya di kawasan Pragolo. Namun upaya tersebut tidak berjalan sesuai harapan karena penjualan yang kurang lancar.

“Dulu sebenarnya sudah pernah ikut jualan di Pragolo, tapi penjualannya tidak lancar, akhirnya sekarang tidak setor kopi bubuk lagi,” ungkapnya.

Kini, Sri Kurnia memilih menjual kopi bubuk produksinya langsung dari rumah. Pelanggannya sebagian besar merupakan konsumen lama yang sudah mengenal kualitas kopi buatannya.

Meski begitu, penjualan kopi bubuk Kurnia 234 tidak selalu ramai setiap hari. Ia mengaku penjualan sering kali bergantung pada pelanggan yang datang atau memesan, sehingga dalam sehari belum tentu ada produk yang terjual. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page