
PATI, JejakNusantara.net || Berbeda Dengan kerajinan tangan lainnya, Industri Kecil Menengah (IKM) Ryoshanty Ecoprint yang beralamat di Desa Bakaran Kulon, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati menawarkan sesuatu yang unik dan beda dari biasanya.
IKM binaan Dinas Perdagangan dan Prindustrian (Disdagperin) ini mengkombinasikan antara warna dan motif dari bahan-bahan alami, seperti daun, akar, kulit kayu, hingga bunga.
Sunaryo, selaku owner dari Ryoshanty Ecoprint mengaku sudah menekuni profesi sampinganya ini sejak tahun 2019. Sebagai seorang tenaga pengajar, dirinya pertama kali mendapatkan ide ini pada saat melakukakn pembelajaran bersama anak murid.
Merasa tertantang, Sunaryo bersama sang istri Susanti kemudian mencoba mempraktikan sendiri di rumah. Hasilnya, berbagai kerajinan tangan berhasil diproduksi mulai dari kain, baju, hingga tas.
“Awal mula saya mengenal Ecoprint itu ketika saya memberikan les tambahan untuk anak sekolah, saya mendapatkan hijab ecoprint untuk istri saya. Saya lihat unik ada motif alam daun jati, akhirnya saya browsing dan saya berusaha membuat,” kata Sunaryo, Rabu 18 Februari 2026.

Berbeda dengan pewarnaan dan motif pada kain batik, Ryoshanty Ecoprint menggunakan pewarna alami dan motif yang diambil langsung dari alam.
Berkat bantuan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati seperti Disdagperin yang memberikan sejumlah fasilitasi seperti promosi dan pameran. Ryoshanty Ecoprint kini berkembag cukup pesat yang banyak dimiati oleh masyarakat.
“Awalnya istri yang membuat, kita daftarkan produk di Dinkop, Disdagperin, dan Dinporapar sebagai UMKM sektor ekonomi kreatif. Setia pada pameran kita dikasih tahu, seperti Jateng Fair kitab awa produk seadanya karena kita belum berani go public, ternyata laku dengan penjualan yang lumayan. Awalnya kita produksi hanya weekend karena saya guru. Awalnya sulit pemasaran karena semua orang tidak mengenal ecoprint, kita kenalkan di sekolah-sekolah. Penjualan difasilitasi oleh Disdagperin di Plaza Pragola dan kita gabung di komunitas UMKM Pati, kita diajak pameran dan banyak yang kenal,” imbuh Sunaryo panjang lebar.
Berkat bantuan promosi ini, produksi rumah tangganya ini sudah tembus sampai ke luar Jawa. Ia berharap pemerintah terus memoerhatikan sektor-sektor industry kecil menengah seperti miliknya ini agar cepat naik kelas.
“Awalnya kita hanya kain, tapi lambat laun mulai merambah ke busana fashion seperti tas model ecoprint. Pemasaran selain lokal sudah sampai ke luar Jawa, seperti Sumatera. Yang paling banyak itiu pesanan untuk seragam instansi,” tandasnya.
Sehingga sektor ekonomi mikro dan ekonomi kreatif bisa terus berkembang dan membantu peningkatan perekonomian serta kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pati. (Red)

