Kabupaten Pati Targetkan Miliki 21 Kecamatan Berdaya Mulai Juni 2026

Bagikan:

PATI, JejakNusantara.net || Dalam rangka medukung kreativitas anak-anak muda di tingkat desa, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) memiliki program Kecamatan Berdaya. Program ini sendiri merupakan program baru yang digagas Gubernur Ahmad Lutfi sejak Oktober 2025 lalu.

Dengan sasaran pembangunan berbasis kecamatan yang mengintegrasikan pelayanan publik, pemberdayaan ekonomi, dan perlindungan sosial dalam satu kerangka yang tepadu.

Salah satu yang menarik dari program ini adalah dukungan kreativitas bagi anak-anak muda melalui sport center dan tempat khusus bagi kaum zilenial dan karang taruna dalam berkreasi yang dipusatkan di setiap kecamatan.

Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Pati Rekso Suhartono, menyampaikan saat ini telah terbentuk 4 Kecamatan Bedaya di Pati, mulai dari Kecamatan Tayu, Juwana, Jakenan, dan Tayu.

Beberapa program yang menjadi ranah bidang kepemudaan seperti taruna mandiri karya dan sport center diharapkan menjadi wadah bagi anak-anak muda untuk menyalurkan bakat dan berkontribusi bagi pembangunan daerah.

“Program Kecamatan Berdaya merupakan kebijakan strategis dalam prioritas pembangunan daerah yang diarahkan pada penguatan pelayanan publik, pemberdayaan ekonomi masyarakat, dan perlindungan kelompok rentan.

Yang ada di kami itu ada Taruna Mandiri akarya untuk pemuda meningkatka ketrampilan da kemandirian ekonomi. Serta Sport Center pengembangan fasilitas olahraga untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan masyarakat,” kata Rekso, Rabu 27 Mei 2026.

Program “Kecamatan Berdaya” itu, kata dia, bertujuan untuk mengembangkan potensi daerah masing-masing. Jika berjalan lancar, pada gilirannya, program ini diharapkan bisa turut berdampak positif bagi UMKM, sekaligus mengurangi angka pengangguran.

Selain dari Dinporapar, pelaksana program ini berada di Dinas Sosial (Dinsos) dengan focus pada perlindungan perempuan dan anak serta perlindungan terhadap lansia dan disabilitas.

Sementara itu Kabid Pembedayaan Masyarakat pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dispermades) Pati, Susilowati menambahkan, program Kecamata Bedaya merupakan kebijakan baru yang diresmikan pada Oktober 2025 di aula Kecamata Juwana.

Pihaknya selaku sekertariat program mengatakan, leading sektor dari program ini berada di Dinporapar dan Dinsos. Ditargetkan pada Juni 2026 nanti, seluruh kecamatan di Kabupaten Pati yang berjumlah 21 akan berstatus Kecamatan Bedaya.

“Saat ini baru ada empat dan nanti target dari provinsi bulan Juni, seluruh kecamatan sudah menjadi Kecamatan Berdaya. Di kami hanya sekretariatan, pelaksana ada di Dinporapar dan Dinsos,” ungkap Susi saat dikonfirmasi.

Camat Juwana Sunaryo menyebut, terpilihnya Juwana sebagai salah satu dari empat Kecamatan Berdaya di Kabupaten Pati dikarenakan tingginya aktivitas masyarakat dan keberadaan fasilitas yang lengkap untuk mendukung keberhasilan program.

“Empat kecamatan ini menjadi suatu kecamatan yang ramai dan berkembang. Tak hanya dari segi pembangunannya tetapi dari segi SDM masyarakatnya, termasuk Juwana ini kan cukup padat penduduknya,” jelasnya.

Ketua Komisi D DPRD Pati Teguh Bandang Waluyo pun memberikan dukungan penuh terhadap program strategis yang salah satunya menyasar kreativitas anak muda.

“Tentu kami di DPRD akan mendukung berbagai program. Seperti disana kan ada program sport center, zilenial, dan perlindungan perempuan, anak, disabilitas, dan lansia. Ini sangat bagus dan didukung,” tutup Bandang.

Bandang lantas mengajak kepada generasi muda berperan aktif dalam program kecamatan berdaya. (Hang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page