
PATI, JejakNusantara.net || Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Pati saat ini tengah bersiap dalam mengikuti event tahunan Jambore Pemuda Provinsi Jawa Tengah tahun 2026 di Kota Surakarta, bulan September mendatang. Jambore Pemuda sendiri merupakan kompetisi kepemudaan yang diikuti oleh anak-anak muda perwakilan setiap kabupaten/kita dalam rangka meningkatkan kualitas daya saing.
Kepala Dinporapar Pati Rekso Suhartono, saat dimintai keterangan pada Jumat 12 Juni 2026 menyampaikan, saat ini pihaknya tengah melakukan sejumlah persiapan seperti menyaring para calon peserta jambore.Karena yang disasar merupakan anak-anak muda, pihaknya telah berkoordinasi dengan setiap sekolahan untuk mencari putra-putri terbaik yang siap mewakili Bumi Mina Tani bersaing dengan 35 peserta dari kabupaten/kota lain se-Jawa Tengah.
“Jadi nanti pada bulan September 2026 tepatnya di tanggal 21 sampai 24, bakal ada Jambore Pemuda Provinsi Jawa Tengah tahun 2026 yang diselenggarakan di Kota Surakarta. Ini adalah kompetisi kepemudaan sebagai sarana meningkatkan kualitas daya saing para pemuda-pemudi terbaik,” kata Rekso.
Tak hanya itu, dalam menyaring peserta, Dinporapar Pati juga melibatkan berbagai komunitas pemuda, kegiatan itu menjadi bukti nyata, sinergi antara pemerintah dan masyarakat, dapat menghadirkan program yang berdampak positif bagi perkembangan generasi muda.
“Jambore Pemuda ini bukan sekadar kompetisi, melainkan ruang ekspresi, pembelajaran dan pembentukan karakter bagi pemuda di Kabupaten Pati yang kreatif, tangguh, dan berdaya saing,” ujarnya lagi.

Berbeda halnya pada tahun 2025 yang hanya diikuti oleh 4 kategori lomba, di tahun ini berdasarkan surat edaran yang telah diberikan dari Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Jawa Tengah, bakal ada 8 kategori lomba.
Diantaranya adalah pidato bahasa inggris, tari kreasi daerah, solo vocal, karya ilmiah pemuda, fashion show pakaian adat, melukis, teknologi piranti lunak, dan kuliner jajan khas daerah.
“Kalau berdasarkan surat yang kami terima, itu ada 8 kategori lomba. Tetapi tahun kemarin kita hanya mengirimkan 4 kategori lomba, yaitu solo vokal diwakili satu anak dari SMA PGRI Kayen, kemudian, pidato bahasa inggris dari SMA PGRI Kayen juga. Terus ada bahasa inggris, dan tari kreasi daerah dari 2 mahasiswa ISI (Institusi Seni Indonesia),” jelas Rekso.
Event ini pun diharapkan oleh Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pati Teguh Bandang Waluyo, diikuti dengan semangat oleh anak-anak muda terbaik. Melalui Jambore Pemuda ini diharapkan menjadi pijakan awal bagi pemuda Kabupaten Pati, untuk mempersiapkan diri menjadi pemimpin masa depan.
“Jambore Nasional dimaksudkan untuk menggali potensi atau kemampuan, yang dimiliki generasi muda di Pati. Baik kemampuan intelektual maupun keterampilan lain, seperti seni dan sebagainya,” ujarnya.
Dukungan dari DPRD ini juga diharapkan dapat memantik semangat dari para peserta. Termasuk untk Dinporapar Pati agar lebih semangat dan bersiap dalam mengahadapi event yang tinggal beberapa bulan lagi. (Hang)

