Dinporapar Pati Dukung Tradisi Lamporan Desa Langgenharjo Juwana Tetap Eksis

Bagikan:

PATI, JejakNusantara.net || Warga Dukuh Kincir Wetan, Desa Langgenharjo, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati baru saja mengadakan Sedekah Bumi pada Kamis malam 30 April 2026. Salah satu yang menarik adalah adanya tradisi lamporan atau pawai obor yang diikuti oleh ribuan pasang mata.

Pawai lamporan diikuti oleh seluruh warga dari enam RT yang kemudian berkeliling desa sepanjang 5 kilometer.Ketua panitia Sedekah Bumi Supriyanto, mengatakan trasidi lamporan merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan untuk memeriahkan peringatan sedekah bumi setiap tahunnya.

Masyarakat percaya, lamporan dapat mengusir hama dan wabah penyakit sekaligus menjadi wujud syukur dan harapan akan kesejahteraan.“Lamporan itu simbolisnya untuk mengusir hama atau pagebluk. Harapannya petani makmur, sejahtera, dijauhkan dari segala penyakit,” ucapnya.

Tak hanya sekedar pawai obor biasa, yang menarik para penonton adalah atraksi semburan api dari para peserta yang memukau para hadirin.Tradisi lamporan pun dapat sambutan antusias warga. Masyarakat tampak menunggu di pinggiran jalan menanti rombongan pawai melintas.

Tradisi ini diharapkan oleh Pemkab Pati melalui Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar). Kepala dinas Rekso Suhartono, melalui Kabid Pemasaran Pariwisata Mohamad Roni pada Selasa 19 Mei 2026 mengungkapkan, adanya tradisi ini diyakini mampu menarik minat wisatawan untuk menyaksikan pawai budaya asli Kecamatan Juwana.

“Kami memberikan apresiasi kepada Desa Langgenharjo Juwana yang telah menyelenggarakan kehidupan sedekah bumi, salah satunya ada lamporan. Ini adalah tradisi nguri-nguri budaya disana yang hampir punah. Kita dorong agar dapat menarik para wisatawan untuk datang ke Pati menyaksikan atraksi lamporan sebagai tradisi yang hampir punah,” kata Roni.

Tentunya agar tradisi ini tidak punah, pihaknya mendorong agar para generasi muda Desa Langgenharjo turut serta dan mulai mempelajari atraksi lamporan sebagai salah satu daya tarik wisata budaya di kabupaten Pati. (Hang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page